Finally Found You, Finally in Namsan Tower ^^

Yeaaaayyy… akhirnya novel Finally Found You sampai juga di Namsan Tower!!! Saat menulis cerita ini, saya memang belum pernah mengunjungi Korea Selatan sebelumnya. Tapi tentu saja saya melakukan beberapa riset agar bisa mendeskripsikan tempat-tempat seperti Namsan Tower, Nami Island dan Lotte World setidaknya mirip dengan lokasi aslinya.

Riset yang saya lakukan diantara dengan mengunjungi Mr. Google dan Mrs. Youtobe ;), membaca buku-buku tentang tempat-tempat pariwisata di Korsel, serta bertanya ke teman-teman yang sudah pernah ke sana. Dan syukurlah, ketika saya berkesempatan mengunjungi Korsel pada musim dingin dan musim semi lalu, deskripsi yang saya buat tidak melenceng jauh-jauh amat dari tempat aslinya ( fiuuuhhh…! 🙂 🙂 🙂 ) 

Untuk sekedar sharing, berikut ini beberapa foto lokasi yang terdapat di novel saya. 

N Seoul Tower (Namsan Tower)

Reno bisa merasakan mulutnya menganga selebar mulut buaya ketika mereka sudah sampai di Namsan Tower. Ia sama sekali tidak menyangka akan menemukan puluhan ribu gembok yang menempel di pagar-pagar di sekeliling Namsan Tower. (Finally Found You, hal. 48).

Diantara tempat-tempat pariwisata di Korsel yang tentunya sangat bagus dan indah, Namsan Tower adalah lokasi favorit saya. Bukan hanya karena tempatnya yang memang sangat menarik dengan puluhan ribu gembok yang memenuhi tempat ini, tapi juga karena love padlock merupakan tema utama cerita novel saya. 

Bahkan lampu pun jadi korban love padlock 😀

Lotte World Star Avenue

Kali ini si korean freak itu berencana untuk ke Lotte World Star Avenue, tempat ia bisa melihat berbagaimacam barang-barang artis k-pop yang dipamerkan di sana. (Finally Found You, hal. 65).

????

Lotte World 

Lotte World sepertinya memang sengaja dirancang untuk membuat para pengunjungnya agar bersenang-senang selama mungkin hingga melupakan segala permasalahan yang sedang mereka alami. (Finally Found You, hal. 69).

Lotte World3

Lotte World4

Cheonggyecheon

Suasana Sungai Cheonggyecheon di malam hari tampak begitu mempesona dengan lampu warna-warni dan candlelight fountain yang menambah keindahannya sehingga sangat cocok untuk dinikmati oleh siapa saja yang sedang merasa bahagia. (Finally Found You, hal. 73). 

Myeongdong

Pria itu kemudian membawanya mengelilingi Myeongdong untuk berbelanja sepuasnya. (Finally Found You, hal. 79). 

Saat berada di Seoul, Myeongdong adalah tempat yang paling sering saya kunjungi (setidaknya sebanyak tiga atau empat kali) untuk berbelanja atau hanya sekedar mencuci mata. 

Bagi saya Myeongdong adalah tempat berbelanja yang nyaman meskipun suasananya cukup ramai. Barang-barang yang dijual di sini juga lengkap dan beragam dari mulai busana, perlengkapan kosmetik, souvenir untuk oleh-oleh, hingga restoran dan jajanan khas korea. 

Atau… mungkin juga salah satu daya tarik Myeongdong adalah abang-abang tukang jualan yang bentuknya macam gini…

Myeongdong3

Myeongdong4

Heeeyyyyy… girl, behave!!! 😄

Nami Island Nami Island1

Trisha menatap ke sekeliling Pulau Nami dengan takjub. Pulau mungil ini memang benar-benar sangat cantik. (Finally Found You, hal. 105). 

Nami Island2Nami Island3

Selain Namsan Tower, Nami Island juga tempat favorit saya 🙂

Nami Island4Nami Island5Banpo Bridge

Rainbow Bridge2

Trisha membelalakkan matanya melihat pemandangan itu. Ini adalah pertama kalinya ia melihat air mancur berukuran raksasa berwarna-warni yang tampak begitu megah dan elegan. Pekatnya kegelapan malam ditambah pancaran sinar bulan semakin menambah keindahan air mancur itu. (Finally Found You, hal. 134).

Rainbow Bridge1

Kyaaa…! Saya beruntung sedang berlangsung photoshoot pre wedding  saat mengunjungi Banpo Bridge… so sweeettt! 🙂

Kisah Trisha, Reno dan Karen dalam bentuk novel dapat dipesan hanya di nulisbuku.com atau e-mail ke admin@nulisbuku.com. Caranya mudah! 😉

Baca Sinopsis “Finally Found You” di sini

COVER

Baca chapter 1 “Finally Found You” di sini

Cerita Bersambung : Finally Found You – Part 1

COVER 150dpi

“Reno, coba dengar ini!” suara Trisha memecah kesunyian.

Sore itu ruangan Klub Basket memang sudah tampak sepi, hanya tinggal Trisha sang manager klub, serta Reno yang masih sibuk merapikan bola-bola, handuk dan bekas botol-botol minuman yang digunakan para anggota Klub Basket latihan tadi siang. Meskipun sebenarnya istilah merapikan hanya berlaku untuk Reno, sementara Trisha dari tadi sibuk dengan laptopnya.

“Jika sepasang kekasih menuliskan nama dan perasaan cinta mereka pada sebuah gembok, dan mengunci gembok itu di suatu tempat lalu membuang kuncinya, maka keduanya tidak akan terpisahkan untuk selamanya,” lanjut Trisha dengan mata berbinar.

Reno menghela napas mendengar ucapan Trisha. “Oh, tidak,” gumamnya pelan.

“Kenapa? Sepasang kekasih bersatu untuk selamanya, bukannya itu yang diinginkan semua orang?” ujar Trisha tanpa mengalihkan pandangan matanya dari laptop–sibuk membaca informasi mengenai love padlocks, istilah untuk ritual gembok cinta tersebut.

Reno kembali menghela napas. Yang ia persoalkan bukanlah masalah sepasang kekasih yang akan bersatu selamanya atau tidak, tapi kenyataan bahwa gadis ini terlalu, amat, sangat, percaya kepada mitoslah yang membuatnya menghela napas beberapa kali. Sepasang kekasih menuliskan nama mereka di gembok lalu membuang kuncinya agar cinta mereka kekal selamanya? Lelucon macam apa itu?

“Dan sudah banyak orang yang melakukannya, seperti di Jepang, di Jerman, di Italia, dan juga Korea, jadi aku juga harus mencoba cinta ala gembok ini!” Trisha mengangguk mantap.

Kali ini Reno tertawa geli. “Sebaiknya kamu cari pacar dulu, baru cari gembok untuk mengekalkan cinta kalian.”

Reno memang baru setahun belakangan ini mengenal Trisha, tapi ia tahu persis seperti apa sepak terjang gadis itu dalam mencari kekasih idamannya, meskipun sayangnya belum ada satu pun usaha Trisha yang berhasil hingga saat ini.

Trisha menatap Reno dengan muram. Meskipun umur mereka hanya terpaut beberapa bulan, tapi pemuda ini selalu saja menggodanya, seakan dirinya adalah anak umur lima tahun yang masih pantas digoda.

“Aku pasti secepatnya dapat pacar!” Trisha mencibir. “Di ramalan bintang yang aku baca pagi ini tertulis kalau nggak lama lagi keadaan asmaraku akan berubah drastis!”

“Astaga! Tidak bisakah kamu sehari saja nggak baca ramalan bintang?!” Reno akhirnya kehabisan kesabaran. “Kan sudah kubilang semua itu hanyalah omong kos…”

BRAK!!!!

Belum sempat Reno menyelesaikan kalimatnya, seorang gadis tiba-tiba saja membuka pintu kuat-kuat dan melintas secepat kilat di hadapannya.

“Kamu pasti senang mendengar ini, Trisha!” tanpa mempedulikan Reno yang terbengong-bengong, Karen langsung menghampiri Trisha dengan semangat.

Reno menatap kedua gadis itu dengan wajah datar. Mereka memang sangat cocok disebut sebagai sahabat.

Keduanya sama-sama bertubuh ramping dengan mata lebar dan semangat yang seakan tidak ada habisnya. Bedanya, Trisha berambut pendek berwarna hitam legam, dengan pakaian yang terlihat kasual. Sedangkan Karen memiliki rambut panjang ikal berwarna kecoklatan ala penyanyi Korea dengan tubuh dibalut pakaian berwarna-warni terang persis seperti gumpalan permen karet. Di lehernya selalu tergantung headphone berukuran besar dengan bunyi berdentum-dentum. Sejak dulu Karen memang sangat tergila-gila dengan penampilan artis Korean POP semacam ini.

Kesamaan lainnya dari kedua gadis ini adalah mereka sama-sama terdaftar di semester enam jurusan Bahasa Korea. Kalau Karen jelas, karena ia sangat tergila-gila dengan budaya Korea makanya ia memilih jurusan ini. Tapi entahlah dengan Trisha, mungkin gadis itu memilih jurusan Bahasa Korea setelah mendapat petunjuk dari ramalan bintang yang pernah ia baca, tidak ada yang tahu pasti.

Tapi yang pasti, kenyataan bahwa kedua gadis ini memiliki kegemaran unik–yang seorang adalah penggila ramalan serta mitos, dan yang seorang lagi adalah Korean Freak–memang membuat mereka tampak benar-benar serasi. Dan saat ini sepertinya Reno sudah bisa menduga kalau apa yang akan disampaikan oleh Karen pasti bukanlah suatu hal yang biasa.

“Ada apa?” Trisha penasaran dengan antusiasme Karen.

“Coba tebak! Siapa yang akan diudang oleh Klub Astrologi untuk mempromosikan Klub mereka?”

Sesaat Trisha mengerutkan dahinya, dan tiba-tiba saja matanya melebar. “Madam Serena?” jawab Trisha yang dibalas dengan anggukan super antusias oleh Karen.

Setelah itu keduanya pun merayakannya sambil berjingkrak-jingkrakan seperti orang gila.

“Oh, tidak,” Reno mengerang, “not again.”

Bersambung

COVER

Kelanjutan kisah Trisha, Reno dan Karen dalam bentuk Novel dapat dipesan hanya di nulisbuku.com atau e-mail ke admin@nulisbuku.com. Caranya mudah! ^^

 SYNOPSIS Click Here!

Copyright © 2013 by Addyana/chasingtheturtle.

Hak pengarang dilindungi oleh Undang-Undang. Dengan menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak atas karya cipta sebagai buah intelektual, maka tidak diperkenankan bagi siapapun untuk meng-copy atau menyebarluaskan cerita/tulisan ini di media lainnya baik dalam bentuk cetak maupun digital tanpa seijin penulis. Terima kasih^^

Finally Found You

COVER 150dpi

Judul: Finally Found You
Pengarang: Addyana
Genre: Drama Remaja
Published: September 2013 by nulisbuku.com

Deskripsi

Trisha sangat percaya dengan ramalan, khususnya ramalan dalam urusan asmara. Lalu apa jadinya ketika seorang peramal menyebutkan tiga kata kunci yaitu Korea, kucing dan Agustus, yang dipercaya akan mengantarkan Trisha pada sosok pria idamannya? Tentu saja Trisha tidak akan ragu untuk terbang menuju Korea demi bertemu dengan pria itu. Bersama dengan kedua sahabatnya, Karen seorang Korean Freak yang tergila-gila dengan artis Korea, serta Reno sang ketua Klub Basket yang memiliki kenangan pahit dengan negara Korea, Trisha pun memulai perjalanannya demi menemukan pria dengan ketiga ciri tersebut. Apakah ramalan itu akan benar-benar terwujud? Ataukah hanya bualan sang peramal belaka?

COVER

Read chapter one here!

Untuk pemesanan novel Finally Found You silahkan kunjungi nulisbuku.com atau e-mail ke admin@nulisbuku.com. Caranya mudah! 😉