Finally Found You, Finally in Namsan Tower ^^

Yeaaaayyy… akhirnya novel Finally Found You sampai juga di Namsan Tower!!! Saat menulis cerita ini, saya memang belum pernah mengunjungi Korea Selatan sebelumnya. Tapi tentu saja saya melakukan beberapa riset agar bisa mendeskripsikan tempat-tempat seperti Namsan Tower, Nami Island dan Lotte World setidaknya mirip dengan lokasi aslinya.

Riset yang saya lakukan diantara dengan mengunjungi Mr. Google dan Mrs. Youtobe ;), membaca buku-buku tentang tempat-tempat pariwisata di Korsel, serta bertanya ke teman-teman yang sudah pernah ke sana. Dan syukurlah, ketika saya berkesempatan mengunjungi Korsel pada musim dingin dan musim semi lalu, deskripsi yang saya buat tidak melenceng jauh-jauh amat dari tempat aslinya ( fiuuuhhh…! 🙂 🙂 🙂 ) 

Untuk sekedar sharing, berikut ini beberapa foto lokasi yang terdapat di novel saya. 

N Seoul Tower (Namsan Tower)

Reno bisa merasakan mulutnya menganga selebar mulut buaya ketika mereka sudah sampai di Namsan Tower. Ia sama sekali tidak menyangka akan menemukan puluhan ribu gembok yang menempel di pagar-pagar di sekeliling Namsan Tower. (Finally Found You, hal. 48).

Diantara tempat-tempat pariwisata di Korsel yang tentunya sangat bagus dan indah, Namsan Tower adalah lokasi favorit saya. Bukan hanya karena tempatnya yang memang sangat menarik dengan puluhan ribu gembok yang memenuhi tempat ini, tapi juga karena love padlock merupakan tema utama cerita novel saya. 

Bahkan lampu pun jadi korban love padlock 😀

Lotte World Star Avenue

Kali ini si korean freak itu berencana untuk ke Lotte World Star Avenue, tempat ia bisa melihat berbagaimacam barang-barang artis k-pop yang dipamerkan di sana. (Finally Found You, hal. 65).

????

Lotte World 

Lotte World sepertinya memang sengaja dirancang untuk membuat para pengunjungnya agar bersenang-senang selama mungkin hingga melupakan segala permasalahan yang sedang mereka alami. (Finally Found You, hal. 69).

Lotte World3

Lotte World4

Cheonggyecheon

Suasana Sungai Cheonggyecheon di malam hari tampak begitu mempesona dengan lampu warna-warni dan candlelight fountain yang menambah keindahannya sehingga sangat cocok untuk dinikmati oleh siapa saja yang sedang merasa bahagia. (Finally Found You, hal. 73). 

Myeongdong

Pria itu kemudian membawanya mengelilingi Myeongdong untuk berbelanja sepuasnya. (Finally Found You, hal. 79). 

Saat berada di Seoul, Myeongdong adalah tempat yang paling sering saya kunjungi (setidaknya sebanyak tiga atau empat kali) untuk berbelanja atau hanya sekedar mencuci mata. 

Bagi saya Myeongdong adalah tempat berbelanja yang nyaman meskipun suasananya cukup ramai. Barang-barang yang dijual di sini juga lengkap dan beragam dari mulai busana, perlengkapan kosmetik, souvenir untuk oleh-oleh, hingga restoran dan jajanan khas korea. 

Atau… mungkin juga salah satu daya tarik Myeongdong adalah abang-abang tukang jualan yang bentuknya macam gini…

Myeongdong3

Myeongdong4

Heeeyyyyy… girl, behave!!! XD

Nami Island Nami Island1

Trisha menatap ke sekeliling Pulau Nami dengan takjub. Pulau mungil ini memang benar-benar sangat cantik. (Finally Found You, hal. 105). 

Nami Island2Nami Island3

Selain Namsan Tower, Nami Island juga tempat favorit saya 🙂

Nami Island4Nami Island5Banpo Bridge

Rainbow Bridge2

Trisha membelalakkan matanya melihat pemandangan itu. Ini adalah pertama kalinya ia melihat air mancur berukuran raksasa berwarna-warni yang tampak begitu megah dan elegan. Pekatnya kegelapan malam ditambah pancaran sinar bulan semakin menambah keindahan air mancur itu. (Finally Found You, hal. 134).

Rainbow Bridge1

Kyaaa…! Saya beruntung sedang berlangsung photoshoot pre wedding  saat mengunjungi Banpo Bridge… so sweeettt! 🙂

Kisah Trisha, Reno dan Karen dalam bentuk novel dapat dipesan hanya di nulisbuku.com atau e-mail ke admin@nulisbuku.com. Caranya mudah! 😉

Baca Sinopsis “Finally Found You” di sini

COVER

Baca chapter 1 “Finally Found You” di sini

My Perfect Partner

COVER-150dpi

Judul: My Perfect Partner
Pengarang: Addyana
Genre: Drama Remaja
Published: July 2015 by nulisbuku.com

Deskripsi

Di hari terakhir masa sekolahnya di SMU, Kenia bertekad menyatakan perasaannya pada Randy, cowok yang diam-diam ia taksir selama tiga tahun ini. Namun sayang, Randy menolaknya mentah-mentah. Kenia pun tidak tinggal diam, bersama dengan dua sahabatnya ia menyusun rencana untuk menarik perhatian Randy agar berbalik menyukainya. Tidak tanggung-tanggung, Kenia meminta tolong pada Victo, seorang aktor yang sedang naik daun, untuk melancarkan rencananya itu. Namun tentu saja Victo tidak akan memberikan jasanya secara cuma-cuma. Mereka akhirnya sepakat untuk membuat surat kontrak yang menyatakan bahwa Victo akan membantu Kenia menjalankan rencananya, sedangkan Kenia harus bersedia menjadi supir pribadi Victo. Pertikaian demi pertikaian pun terjadi selama Kenia menjadi supir Victo yang memang suka memerintah seenaknya. Namun sikap Kenia mulai berubah ketika ia akhirnya mengetahui alasan kenapa Victo trauma menyetir mobil.

COVER-My Perfect Partner

Read the story here!

Untuk pemesanan novel My Perfect Partner silahkan kunjungi nulisbuku.com atau e-mail ke admin@nulisbuku.com. Caranya mudah! 😉

Cerita Bersambung : Finally Found You – Part 1

COVER 150dpi

“Reno, coba dengar ini!” suara Trisha memecah kesunyian.

Sore itu ruangan Klub Basket memang sudah tampak sepi, hanya tinggal Trisha sang manager klub, serta Reno yang masih sibuk merapikan bola-bola, handuk dan bekas botol-botol minuman yang digunakan para anggota Klub Basket latihan tadi siang. Meskipun sebenarnya istilah merapikan hanya berlaku untuk Reno, sementara Trisha dari tadi sibuk dengan laptopnya.

“Jika sepasang kekasih menuliskan nama dan perasaan cinta mereka pada sebuah gembok, dan mengunci gembok itu di suatu tempat lalu membuang kuncinya, maka keduanya tidak akan terpisahkan untuk selamanya,” lanjut Trisha dengan mata berbinar.

Reno menghela napas mendengar ucapan Trisha. “Oh, tidak,” gumamnya pelan.

“Kenapa? Sepasang kekasih bersatu untuk selamanya, bukannya itu yang diinginkan semua orang?” ujar Trisha tanpa mengalihkan pandangan matanya dari laptop–sibuk membaca informasi mengenai love padlocks, istilah untuk ritual gembok cinta tersebut.

Reno kembali menghela napas. Yang ia persoalkan bukanlah masalah sepasang kekasih yang akan bersatu selamanya atau tidak, tapi kenyataan bahwa gadis ini terlalu, amat, sangat, percaya kepada mitoslah yang membuatnya menghela napas beberapa kali. Sepasang kekasih menuliskan nama mereka di gembok lalu membuang kuncinya agar cinta mereka kekal selamanya? Lelucon macam apa itu?

“Dan sudah banyak orang yang melakukannya, seperti di Jepang, di Jerman, di Italia, dan juga Korea, jadi aku juga harus mencoba cinta ala gembok ini!” Trisha mengangguk mantap.

Kali ini Reno tertawa geli. “Sebaiknya kamu cari pacar dulu, baru cari gembok untuk mengekalkan cinta kalian.”

Reno memang baru setahun belakangan ini mengenal Trisha, tapi ia tahu persis seperti apa sepak terjang gadis itu dalam mencari kekasih idamannya, meskipun sayangnya belum ada satu pun usaha Trisha yang berhasil hingga saat ini.

Trisha menatap Reno dengan muram. Meskipun umur mereka hanya terpaut beberapa bulan, tapi pemuda ini selalu saja menggodanya, seakan dirinya adalah anak umur lima tahun yang masih pantas digoda.

“Aku pasti secepatnya dapat pacar!” Trisha mencibir. “Di ramalan bintang yang aku baca pagi ini tertulis kalau nggak lama lagi keadaan asmaraku akan berubah drastis!”

“Astaga! Tidak bisakah kamu sehari saja nggak baca ramalan bintang?!” Reno akhirnya kehabisan kesabaran. “Kan sudah kubilang semua itu hanyalah omong kos…”

BRAK!!!!

Belum sempat Reno menyelesaikan kalimatnya, seorang gadis tiba-tiba saja membuka pintu kuat-kuat dan melintas secepat kilat di hadapannya.

“Kamu pasti senang mendengar ini, Trisha!” tanpa mempedulikan Reno yang terbengong-bengong, Karen langsung menghampiri Trisha dengan semangat.

Reno menatap kedua gadis itu dengan wajah datar. Mereka memang sangat cocok disebut sebagai sahabat.

Keduanya sama-sama bertubuh ramping dengan mata lebar dan semangat yang seakan tidak ada habisnya. Bedanya, Trisha berambut pendek berwarna hitam legam, dengan pakaian yang terlihat kasual. Sedangkan Karen memiliki rambut panjang ikal berwarna kecoklatan ala penyanyi Korea dengan tubuh dibalut pakaian berwarna-warni terang persis seperti gumpalan permen karet. Di lehernya selalu tergantung headphone berukuran besar dengan bunyi berdentum-dentum. Sejak dulu Karen memang sangat tergila-gila dengan penampilan artis Korean POP semacam ini.

Kesamaan lainnya dari kedua gadis ini adalah mereka sama-sama terdaftar di semester enam jurusan Bahasa Korea. Kalau Karen jelas, karena ia sangat tergila-gila dengan budaya Korea makanya ia memilih jurusan ini. Tapi entahlah dengan Trisha, mungkin gadis itu memilih jurusan Bahasa Korea setelah mendapat petunjuk dari ramalan bintang yang pernah ia baca, tidak ada yang tahu pasti.

Tapi yang pasti, kenyataan bahwa kedua gadis ini memiliki kegemaran unik–yang seorang adalah penggila ramalan serta mitos, dan yang seorang lagi adalah Korean Freak–memang membuat mereka tampak benar-benar serasi. Dan saat ini sepertinya Reno sudah bisa menduga kalau apa yang akan disampaikan oleh Karen pasti bukanlah suatu hal yang biasa.

“Ada apa?” Trisha penasaran dengan antusiasme Karen.

“Coba tebak! Siapa yang akan diudang oleh Klub Astrologi untuk mempromosikan Klub mereka?”

Sesaat Trisha mengerutkan dahinya, dan tiba-tiba saja matanya melebar. “Madam Serena?” jawab Trisha yang dibalas dengan anggukan super antusias oleh Karen.

Setelah itu keduanya pun merayakannya sambil berjingkrak-jingkrakan seperti orang gila.

“Oh, tidak,” Reno mengerang, “not again.”

Bersambung

COVER

Kelanjutan kisah Trisha, Reno dan Karen dalam bentuk Novel dapat dipesan hanya di nulisbuku.com atau e-mail ke admin@nulisbuku.com. Caranya mudah! ^^

 SYNOPSIS Click Here!

Copyright © 2013 by Addyana/chasingtheturtle.

Hak pengarang dilindungi oleh Undang-Undang. Dengan menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak atas karya cipta sebagai buah intelektual, maka tidak diperkenankan bagi siapapun untuk meng-copy atau menyebarluaskan cerita/tulisan ini di media lainnya baik dalam bentuk cetak maupun digital tanpa seijin penulis. Terima kasih^^

Proyek Menulis ‘Love Never Fails’

Judul: Love Never Fails, Buku #9 perorangan
Tahun Terbit: 2014
Harga: IDR 50,000
Diterbitkan secara independen oleh nulisbuku.com

Love-Never-Fails-Cover1

Pada bulan February 2014 lalu nulisbuku mengadakan lomba menulis cerpen dengan tema ‘Love Never Fails’. Total cerpen yang masuk berjumlah 1.100 cerpen, and guess what? Cerpen saya yang berjudul ‘Pilihan Prita’ termasuk dalam 200 cerpen terbaik yang akan dibukukan dan diterbitkan oleh nulisbuku! So happyyyy ^^

Berikut ini daftar cerpen di buku Love Never Fails, Buku #9 Perorangan:

1. CINTAKU TERTAMBAT DI BOGOR – Rosiana Febriyanti.
2. Dear, Joni – Dita R Pertiwi.
3. Karena Aku Percaya Cinta – Oktaviana.
4. Pengantin Lelaki Mudaku – Fahruddin Ghozy.
5. Perempuan Yang Jatuh Cinta Pada Buku – Elok Wahyuni.
6. Petrichor dan kertas lusuh – Yunanta Chandra.
7. Pilihan Prita – Addyana.
8. Promise in Time – Erlia Sardizar.
9. Ketika Mimpi Harus Terhenti – Amalia Indah Prihantini.
10. SENANDUNG RINDU BUAT IBU – Setia Ayu Mulyadi.
11. sepatah maaf dari papa – Hanifah Rahadianty Kusmana.
12. Cintaku Ada Karenamu – Esty Julyanti S.
13. Someone Next Door – Thilmaa.
14. Tempat Terbaik untuk Jatuh Cinta – Tara Zhafira.
15. Thank You – Titik Rizki Purwanti.
16. Yang Tak Terlupakan – Kisato.

Untuk pemesanan silakan email ke admin@nulisbuku.com, dengan subyek email: ‘BELI BUKU Love Never Fails’ dan menyertakan nama lengkap, alamat, no hp dan judul bukunya (cth: Love Never Fails, buku #9 Perorangan).

Love-Never-Fails-Covers

Atas penerbitan buku-buku ini, para penulis tidak menerima kompensasi dalam bentuk apapun karena seluruh royalti hasil penjualan buku akan disumbangkan kepada lembaga panti asuhan untuk menyantuni anak yatim-piatu. Detail mengenai penyerahan sumbangan royalti ini akan dikelola oleh tim dari nulisbuku.com.

 

Harta Karun Montoya

Cover 150dpi

Judul: Harta Karun Montoya
Pengarang: Addyana
Genre: Petualangan Remaja
Published: January 2014 by nulisbuku.com

Deskripsi

Siapa sangka di usianya yang baru menginjak sembilan belas tahun, nama Juan tercantum sebagai salah satu pewaris dalam surat wasiat yang ditulis oleh almarhum kakeknya, José Luis Montoya, seorang pengusaha baja asal Spanyol. Keterkejutan Juan memang cukup beralasan karena warisan yang akan diterimanya bukanlah harta biasa, tapi merupakan harta karun!!

Daerah dengan ribuan pulau, matahari terbit dan tenggelam, ratusan bunga, serta dentangan lonceng, adalah beberapa kalimat yang terangkai pada puisi yang dikarang oleh Luis sebagai petunjuk untuk mencari harta karun itu.

Dengan hanya berbekal puisi yang membingungkan itulah, Juan akhirnya sampai di suatu negara yang sama sekali belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dibantu oleh Dena, seorang gadis setempat yang cerdas namun sok tahu, serta Geby, seorang gadis cerewet yang merepotkan, Juan pun memulai petualangan pertamanya sebagai pemburu harta karun.

Apa sebenarnya harta karun istimewa yang diwariskan Luis kepada cucu kesayangannya? Dan di mana harta karun itu tersembunyi dengan aman? Jangan lewatkan petualangan Juan, Dena dan Geby dalam memburu harta karun Montoya!

Untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi nulisbuku.com atau e-mail ke  admin@nulisbuku.com. Caranya mudah! 🙂

 

Cerita Bersambung : My Perfect Partner – Part 7

COVER-150dpi

“Lo terlambat.” Victo mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke meja sebagai ungkapan ketidaksabarannya. Bola matanya yang hitam pekat menatap Kenia lekat-lekat.

“Cuma terlambat sepuluh menit kok,” Kenia mencoba tersenyum untuk mencairkan suasana namun tidak berhasil.

“Bukannya lo harus minta maaf karena terlambat?”

“Maaf,” Kenia menatap kesal ke arah Victo dan langsung mencari tempat duduk sejauh mungkin dari pria itu.

Beberapa saat kemudian mereka hanya terdiam tanpa mengucap sepatah kata pun. Victo hanya bersandar kaku di bangkunya, sedangkan Kenia tertunduk sambil berkali-kali menggoyangkan kaki untuk menghilangkan rasa gugupnya.

Setelah sepuluh menit berlalu tanpa terjadi apa-apa, Kenia pun akhirnya memberanikan diri untuk memulai pembicaraan sebelum suasana menjadi semakin kaku. “Begini Victo, gue…”

Perkataan Kenia terputus ketika Dennis muncul dengan setumpuk kertas di tangannya. “Ini laporan hasil evaluasi fan meeting lo yang dibuat sama panitia.”

Victo mengangkat kedua alisnya sambil membuka-buka laporan yang diberikan Dennis. “Menurut lo gimana acara fan meeting gue kemarin?” tanya Victo.

Dennis mengangkat bahu. “Yah lumayan berhasil, fans lo yang datang jumlahnya ratusan, semua acara juga berjalan dengan lancar.”

“JANGAN BERCANDA!” bentak Victo. “Kemarin adalah acara fan meeting gue yang paling buruk! Penontonnya terlalu berisik, sound system-nya nggak berfungsi maksimal, panggungnya kurang megah dan…” ia melirik tajam ke arah Kenia. “Kenapa bisa-bisanya ada kejadian memalukan yang disebabkan cewek aneh ini?!”

Spontan Dennis memalingkan wajahnya ke arah Kenia. “Loh, lo udah dateng, toh?” ujar Dennis setelah menyadari kehadiran Kenia.

“Halo…” Kenia berusaha tersenyum ramah.

“Halo! Oh iya, kita kemarin belum sempat kenalan.” Dennis tersenyum manis. “Gue Dennis, sahabat sekaligus manajer Victo. Nama lo siapa?” Dennis mengulurkan tangan. Sikapnya hari ini sangat ramah, berbeda sekali dengan sikap sombongnya kemarin.

“Gue Kenia.” Dengan ragu-ragu Kenia menyalam tangan Dennis.

“Nggak usah pake basa basi segala, Dennis! Cepetan lo tanya anak ini maunya apa!”

Kenia menatap Victo dengan kesal. Dasar arogan! Pria ini bahkan tadi sama sekali tidak menanyakan siapa namanya.

Dennis terkekeh seakan sudah terbiasa dengan bentakan-bentakan Victo. “Sebenernya lo mau minta bantuan apa sih ke Victo?”

Kenia pun menarik napas panjang sebelum mulai bercerita. “Ceritanya agak panjang… jadi begini…”

“Langsung ke inti permasalahannya saja!” cetus Victo yang membuat Kenia rasanya ingin sekali menampar mulut pria itu.

“Gue pengen lo jadi cowok gue!” Kenia akhirnya benar-benar langsung ke pokok permasalahan, namun malah membuat Victo mengeluarkan ekspresi menyeramkan.

Takut akan kemarahan Victo kembali meledak, Kenia pun buru-buru menjelaskan dengan cepat tentang rencananya meminta bantuan Victo agar mau menjadi pasangan prom night-nya.

“Oohh… jadi intinya lo mau bikin cowok yang bernama Randy itu cemburu?” tanya Dennis setelah Kenia menyelesaikan ceritanya.

“Iya.”

Victo mendengus. Jadi ini masalah penting yang digembar-gemborkan oleh ketiga gadis itu kemarin. Benar-benar menggelikan.

Dennis mengangkat kedua alisnya. Ia pun memikirkan hal yang sama dengan Victo. Rencana yang dikatakan gadis ini benar-benar nggak penting dan hanya membuang-buang waktu. “Gimana Victo, lo mau nggak?” Meskipun begitu keputusan terakhir tetap berada di tangan Victo.

Victo terdiam beberapa saat sebelum menjawab. “Sebenernya gue males ngeladenin permintaan aneh kayak gini, tapi seorang Victo nggak akan pernah menarik kata-katanya sendiri.” Ia berkata pongah.

“Jadi lo tetep mau bantu dia?” tanya Dennis lagi untuk memastikan.

“Iya cerewet!!” bentak Victo sambil menghentakkan kaki.

“Waaahhh, terima kasih Victo!” Kenia tertawa riang.

“Terus, lo berani bayar berapa?” tanya Victo yang saat itu juga langsung membungkam tawa Kenia.

“Bayar? bayar apaan?” tanya Kenia bingung.

“Gue ini artis profesional, jadi mana bisa seenaknya aja lo pakai jasa gue tanpa bayaran, apalagi banyak produser film yang mau bayar mahal buat ngontrak gue di film mereka.” Victo tersenyum sinis. “Gimana? Lo mampu kan bayar gue?”

“Lo mau dibayar berapa?” Kenia berupaya menahan jengkel, meskipun sebenarnya ia kaget juga dengan pertanyaannya sendiri.

“Lo mampunya berapa?” tantang Victo.

“Lo sebutin aja angkanya, biar nanti gue putusin sendiri mampu apa enggak,” ujar Kenia tak kalah menantang.

Victo tersenyum. Cewek ini ternyata cukup punya nyali juga.

“Biasanya sekali tanda tangan kontrak, paling murah Victo dapetnya segini…” Dennis mengangkat lima jarinya.

“Lima? Maksudnya lima ratus ribu?”

“Heh, bodoh! Lo kira gue aktor murahan?!”

“Kalo begitu lima juta dong?” tanya Kenia bimbang sambil berupaya mengingat-ingat jumlah uang di tabungannya.

“Bukan, bukan lima juta.”

“Jadi berapa dong, masak lima puluh juta!” Kenia tertawa geli.

“Bener kok, lima puluh juta,” balas Dennis enteng.

“LIMA PULUH JUTAAAAA….?!!!” teriak Kenia. Dasar gila! Bagaimana mungkin ia mengeluarkan uang sebanyak itu hanya demi membuat Randy cemburu?!

“Gimana? Lo sanggup bayar gue?” Victo kembali tersenyum sinis.

“Tentu saja enggak!” sambar Kenia.

“Udah gue duga,” balas Victo. “Dennis, cepat buat surat kontrak yang tadi gue minta, lalu kalau sudah selesai suruh dia tanda tangan.”

Kening Kenia berkerut. “Surat kontrak? Apa maksudnya?”

“Sebagai ganti atas pembayaran jasa gue, maka mulai minggu depan lo gue kontrak jadi supir pribadi gue,” ujar Victo. “Semua syarat dan ketentuannya nanti bisa lo baca di surat kontrak.”

Kenia terbengong-bengong. Ia bahkan mulai berpikiran kalau pria ini pasti sedang bercanda. Tapi ketika kedua pria di hadapannya sama sekali tidak ada yang tertawa, Kenia baru sadar kalau ucapan Victo tadi serius.

“Kenapa diam?” tanya Dennis. “Lo bisa nyetir kan? Kemarin waktu nyamperin kalian di mobil, gue liat lo duduk di bangku kemudi, itu artinya lo yang nyetir kan?”

Supir pribadi? Kenia tidak mengubris ucapan Dennis dan malah bertanya-tanya dalam hati. Untuk apa Victo membutuhkan supir pribadi? Atau jangan-jangan… Kenia menatap Victo dari ujung kaki hingga ujung kepala. Pria itu terlihat sangat gagah dengan tubuh yang tinggi atletis dan gaya yang sangat meyakinkan… tapi apakah…

“Lo nggak bisa nyetir?” Akhirnya keluar juga pertanyaan itu dari mulut Kenia.

Victo tidak menjawab pertanyaan Kenia. Namun Sikap diam Victo malah semakin memperjelas kalau Victo memang benar-benar tidak bisa menyetir mobil.

Kenia langsung menutup bibirnya rapat-rapat sambil mencubit tangannya sendiri agar tawanya tidak meledak. Aktor terkenal yang arogan ini ternyata tidak bisa menyetir? Pria yang digandrungi ratusan penggemar ini tidak bisa menyetir mobil???

“Selama ini gue yang biasa antar jemput Victo. Tapi sekarang gue semakin sibuk dan rumah gue jauh dari rumah Victo, makanya akan lebih mudah kalau ada orang lain yang mengantar jemput Victo. Lagi pula kita sama-sama untung kan? Victo bantuin rencana lo dan lo bantuin jadi supir dia. Gimana? Lo setuju?”

Kenia menatap Dennis dengan hambar. Pantas saja sikap pria ini tiba-tiba berubah 180 derajat, sangat ramah tidak sok dan angkuh seperti kemarin, ini pasti karena sekarang dia akhirnya bisa terbebas dari menjadi supir Victo.

Sebelum menjawab Kenia melirik ke arah Victo yang sedang mengutak-atik ponselnya dengan cuek. Namun Kenia tahu kalau saat ini Victo pasti sedang berusaha menahan malu.

Kenia kemudian mengangguk setuju. Hanya menjadi supir pribadi tidak akan susah karena ia sudah bisa menyetir mobil bahkan sebelum ia berumur 17 tahun.

Tapi… sebuah pertanyaan mulai memenuhi pikiran Kenia. Apa yang membuat Victo tidak bisa menyetir mobil?

***

“BHUAHAHAHAHAHAHA!” Vira tertawa terpingkal-pingkal mendengar berita yang dibawa Kenia. “Si sombong itu nggak bisa nyetir mobil???”

“Ssstt!” Kenia menaruh telunjuknya di bibir sambil melihat ke sekeliling. “Ini rahasia! Jangan sampai tersebar!”

Saat ini mereka berada di aula sekolah yang penuh dengan ratusan siswa-siswi kelas 3 yang sedang menunggu upacara kelulusan mereka.

Beberapa dari siswa-siswi itu duduk dengan tertib menunggu acara dimulai, namun tak sedikit pula yang menghabiskan waktu dengan mengobrol seru seperti ketiga gadis ini.

“Tapi gue nggak pernah baca artikel yang bilang Victo nggak bisa nyetir,” Cindy menautkan kedua alis matanya.

“Karena memang nggak ada yang tahu tentang hal itu. Inget teman-teman, ini RAHASIA!” Kenia kembali menegaskan. “Dan perjanjian gue sama Victo ini juga rahasia, jadi jangan sampai kalian nyebarin tentang hal ini!”

“Mana coba gue liat surat kontrak lo!” Vira merebut surat kontrak dari tangan Kenia dan mulai membacanya.

‘SURAT PERJANJIAN KONTRAK ANTARA VICTO RENATO DAN KENIA’

Surat kontrak ini dibuat berdasarkan kesepakatan kerjasama antara Victo Renato dengan Kenia. Berdasarkan surat kontrak ini, Victo akan menyanggupi untuk melaksanakan permintaan Kenia apapun bentuknya, dan di lain pihak Kenia akan melaksanakan tugasnya sebagai supir pribadi Victo.

Agar segala sesuatunya berjalan dengan lancar maka ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh kedua belah pihak, yaitu:

1. Kedua belah pihak tidak boleh menyebarkan tentang kerjasama ini ke orang lain.

2. Kenia tidak boleh menyebarkan biodata Victo termasuk nomer telepon, nomer ponsel, alamat rumah serta jadwal kegiatan Victo ke khalayak umum.

3. Kedua belah pihak tidak boleh saling mencampuri urusan pribadi masing-masing.

4. Kenia tidak boleh menanyakan apapun tentang keluarga Victo dan hal-hal lainnya yang menyangkut kehidupan pribadi Victo.

5. Kenia dilarang memberikan keterangan atau melakukan wawancara dengan wartawan mengenai kehidupan Victo.

6. Jika sedang tidak dalam masa kerja, Kenia dilarang berada di tempat umum bersama Victo.

7. Kenia dilarang menegur atau berbicara dengan Victo di tempat umum kecuali Victo yang memulai percakapan.

8. Kenia harus selalu ada jika Victo membutuhkan jasa antar jemput ke tempat manapun yang akan dituju oleh Victo.

9. Salah satu pihak dilarang menyukai atau jatuh cinta dengan pihak yang lain.

10. Jika kontrak ini telah selesai maka kedua belah pihak dilarang memiliki hubungan lagi, dengan kata lain hubungan keduanya putus secara total.

Demikian surat kontrak ini dibuat. Tertanggal 25 Juli.

Vira menggelengkan kepala ketika selesai membacanya. “Surat kontrak macam apa ini?!!! Dasar nggak adil!! Masa semua peraturannya cuma menguntungkan dia aja?!”

Kenia hanya tersenyum pasrah. Sebenarnya waktu itu ia sudah melancarkan protes kepada Victo tentang isi surat kontrak ini. Tapi tentu saja Victo sudah memiliki jawabannya yang jitu untuk menjawab protesnya itu.

‘Gue adalah pihak yang dirugikan dalam perjanjian ini,’ ujar Victo kemarin pagi. ‘Lo kira gue nggak buang-buang waktu gue dengan ngurusin masalah nggak penting ini? Udah untung gue mau bantuin lo, jadi konsekuensinya lo harus menyetujui seluruh isi surat kontrak ini!’

Kenia mendengus mengingat ucapan Victo. Kalau dipikir-pikir dengan Victo mau membantu mereka saja sebenarnya sudah merupakan keajaiban, oleh karena itulah ia mengalah dan bersedia menerima isi surat kontrak itu dan bahkan sudah menandatanganinya.

“Tapi beruntung banget lo Kenia, bisa berdekatan sama Victo setiap saat! Pasti banyak fans yang mau bayar berapa saja demi bisa berada di posisi lo sekarang!” ujar Cindy dengan mata berbinar-binar. Ia bahkan membayangkan dirinyalah yang menjadi supir pribadi Victo yang super ganteng itu. Duduk berduaan saja dengan Victo di dalam mobil sambil mendengarkan lagu-lagu bernuansa slow. Wah! Romantis sekali!

Namun Kenia hanya tersenyum hambar. Menjadi supir aktor arogan yang kerjanya cuma marah-marah setiap saat? Entah bagian mana yang bisa disebut sebagai keberuntungan.

“Kapan perjanjian ini dimulai?” tanya Vira.

“Mulai minggu depan.”

Well, semoga berhasil!” Vira memberi dukungan moral.

Kenia mengangguk sebagai tanda terima kasih. Dukungan memang sangat diperlukan saat ini, mengingat ia akan menjalankan rencana yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali. Menjadi supir pribadi seorang aktor terkenal yang nantinya akan menjadi pasangan prom night-nya hanya demi mendapatkan perhatian Randy? benar-benar sebuah rencana gila.

Mendadak ruangan aula menjadi sepi dan membuat Kenia spontan melihat ke atas panggung. Pandangannya kemudian terpaku pada Randy yang saat ini sedang berdiri di podium di tengah-tengah panggung.

Sebagai lulusan terbaik, Randy memang ditugaskan untuk membaca pidato kelulusan sebagai wakil dari seluruh siswa kelas 3 di sekolah mereka.

Tatapan penuh percaya diri Randy, ditambah dengan suara tegasnya dalam membacakan pidato namun dengan ekspresi bersahabat, membuat Kenia merubah anggapannya barusan.

Tidak. Ia tidak sedang melakukan rencana gila. Rencana ini sangat wajar mengingat semua ini ia lakukan demi mendapatkan perhatian dari orang yang sedang berdiri tegak di hadapannya.

 Bersambung

COVER-My Perfect Partner

Kelanjutan kisah Kenia, Victo dan Randy dalam bentuk Novel dapat dipesan hanya di nulisbuku.com atau e-mail ke admin@nulisbuku.com. Caranya mudah! ^^

SYNOPSIS Click Here!

Copyright © 2013 by Addyana/chasingtheturtle.

Hak pengarang dilindungi oleh Undang-Undang. Dengan menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak atas karya cipta sebagai buah intelektual, maka tidak diperkenankan bagi siapapun untuk meng-copy atau menyebarluaskan cerita/tulisan ini di media lainnya baik dalam bentuk cetak maupun digital tanpa seijin penulis. Terima kasih^^

Finally Found You

COVER 150dpi

Judul: Finally Found You
Pengarang: Addyana
Genre: Drama Remaja
Published: September 2013 by nulisbuku.com

Deskripsi

Trisha sangat percaya dengan ramalan, khususnya ramalan dalam urusan asmara. Lalu apa jadinya ketika seorang peramal menyebutkan tiga kata kunci yaitu Korea, kucing dan Agustus, yang dipercaya akan mengantarkan Trisha pada sosok pria idamannya? Tentu saja Trisha tidak akan ragu untuk terbang menuju Korea demi bertemu dengan pria itu. Bersama dengan kedua sahabatnya, Karen seorang Korean Freak yang tergila-gila dengan artis Korea, serta Reno sang ketua Klub Basket yang memiliki kenangan pahit dengan negara Korea, Trisha pun memulai perjalanannya demi menemukan pria dengan ketiga ciri tersebut. Apakah ramalan itu akan benar-benar terwujud? Ataukah hanya bualan sang peramal belaka?

COVER

Read chapter one here!

Untuk pemesanan novel Finally Found You silahkan kunjungi nulisbuku.com atau e-mail ke admin@nulisbuku.com. Caranya mudah! 😉